Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2018

Please Don't Go Back

"Kamu cantik, Mary" ucapku pelan berharap tak ada yang menemukan keberadaanku. Aku melihatmu dari kejauhan. Memakai gaun putih panjang, dengan riasan seminimalis mungkin. Ada anting-anting kecil bersembunyi di telingamu, kadang menampakan diri ketika bias cahaya lampu mengenainya. Kamu berdiri di depan bersama seorang pria ber umur, aku yakin dia bukan pasanganmu, aku yakin itu. Pria tua itu membawa buku besar dan berdiri tepat di depanmu. sepertinya dia ahli agama, sempat aku mendengarnya berbicara layaknya seorang yang sedang berdoa. Sudah sejam kamu berdiri disana, Mary. Tapi kamu masih sendiri tanpa pasangan. "Dimana pendampingmu? Apa dia tak akan datang?" Tanyaku dalam hati. Tamu undangan sepertinya setuju denganku. Buktinya mata mereka masih mencari-cari keberadaan pendampingmu. "Teng..Teng...Teng...Teng..." Bunyi piano mengagetkanku. Jari-jari Linzie menekan-nekan tuts piano dengan lihai, berpindah dari satu kunci ke kunci lain berirama. Dia ...

Singularity (Part 2)

Hari ini Teng..tong…teng..tong, bel rumah berbunyi. Dengan malas aku beranjak dari sofa kamar nonton ke ruang tamu. Ayah dan nenek sedang pergi, bibi sedang ke pasar untuk belanja. Akupun membuka pintu rumah “halo..” “Aaa…….” Teriakku lalu menutup pintu rumah segera Teng..tong…teng..tong, bel rumah berbunyi lagi “apa yang dilakukan mahluk itu di rumah ini. Dan bagaimana dia tahu rumah ini” gerutuku ng..tong…teng..tong, bel rumah berbunyi lagi kali ini bunyinya semakin sering. Akupun membuka pintu lagi. “halo..” sapanya lagi “apa yang kamu lakukan di sini?” jawabku ketus “bukannya kamu yang mengundangku ke rumah nenekmu. Seminggu yang lalu kamu bilang bahwa mengajakku ke sini” “tapi kan, kita menentukan waktunya. Lagi pula dari mana kamu tahu rumah ini?” “tentu saja aku tahu” katanya sambil berlalu masuk ke rumah “hey.. berhenti Klark, kamu seharusnya tidak langsung masuk seperti ini…” “oh iya, saya lupa membuka sepatu” ucapnya sambil membuka sepatu lalu kemba...

Singularity (Part 1)

Aku mengambil nafas sedalam dalamnya. Aku masih tidak percaya apa yang tengah ku lihat sekarang. Hatiku hancur seperti bola kaca yang terjatuh dari tebing. Apakah ini nyata?   Satu bulan yang lalu “Elin, kamu dimana?” ayah berteriak di keramaian “ayah, di sini” teriaku sambil melambaikan tangan. Kami sedang berada di pasar malam, karena ini libur semesterku aku dan ayah berlibur ke rumah nenek. Di rumah nenek hanya ada nenek dan bibikku. Aku sangat merindukan suasana rumah nenek karena kesan tradisional dan kekeluargaannya sangat terasa. Walau rumah nenekku berada di perbukitan tapi bentuk rumahnya cukup klasik. Kalian bertanya dimana ibuku? Ibuku meninggalkan kami sejak 3 bulan lalu. Suatu malam ayah dan ibu bertengkar hebat dan keesokan paginya ibu meninggalkan kami. Sejak kepergian ibu aku sangat kesepian, namun ayah selalu menghiburku sehingga aku dapat bangkit dari keterpurukan. Namun aku masih tak mengerti kenapa ibuku meninggalkanku tanpa mengucapkan sepatah kat...

Jalan-Jalan Ke Jogja

Here i am, in Jogjakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari 4 kabuparen dan 1 kota madya (yaitu : Sleman, Bantul, Kulonprogo, Guning Kidul dan kota madya Yogyakarta). Kota dengan segudang julukan ini menyimpan kenangan yang sulit dilupakan. Jika sudah pernah ke Jogja kamu akan ingin kembali lagi ke tempat ini. Keramahan warga jogja menjadi daya tarik tersendiri yang membuatmu cukup betah di Kota ini. Selain itu pariwista alam dan kulinernya juga mendapat tempat tersendiri bagi para backpacker dan orang di luar Jogja yang bertandang ke sini, termasuk saya. Kebetulan saya lulus di salah satu perguruan tinggi di Jogja sehingga membuat saya menetap di sini. Menjalani rutinitas perkuliahan kadang (sering kali) membuatku penat, beruntung tempat ini memiliki banyak tempat untuk melepaskan stres, salah satunya coffee shop ini. "Hoamm..." aku menguap, sembari mengaduk coffee late yang sudah sejam berada di atas mejaku. Aku melihat kembali whatsapp berharap ada chat dar...