Skip to main content

Singularity (Part 2)

Hari ini
Teng..tong…teng..tong, bel rumah berbunyi. Dengan malas aku beranjak dari sofa kamar nonton ke ruang tamu. Ayah dan nenek sedang pergi, bibi sedang ke pasar untuk belanja. Akupun membuka pintu rumah
“halo..”
“Aaa…….” Teriakku lalu menutup pintu rumah segera
Teng..tong…teng..tong, bel rumah berbunyi lagi
“apa yang dilakukan mahluk itu di rumah ini. Dan bagaimana dia tahu rumah ini” gerutuku
ng..tong…teng..tong, bel rumah berbunyi lagi kali ini bunyinya semakin sering. Akupun membuka pintu lagi.
“halo..” sapanya lagi
“apa yang kamu lakukan di sini?” jawabku ketus
“bukannya kamu yang mengundangku ke rumah nenekmu. Seminggu yang lalu kamu bilang bahwa mengajakku ke sini”
“tapi kan, kita menentukan waktunya. Lagi pula dari mana kamu tahu rumah ini?”
“tentu saja aku tahu” katanya sambil berlalu masuk ke rumah
“hey.. berhenti Klark, kamu seharusnya tidak langsung masuk seperti ini…”
“oh iya, saya lupa membuka sepatu” ucapnya sambil membuka sepatu lalu kembali berjalan “sudah”
“nah begitu..” jawabku “eh bukan maksudnya, kamu jangan masuk sebelum mendapat ijin dari yang punya rumah” teriakku dan aku melihatnya sudah lenyap dari kamar tamu.
“wah rumah ini klasik sekali” ucapnya, suaranya terdengar dari kamar tengah
“Klar…!!!” teriakku
“ini lukisan siapa?” tanyanya
“uhh…dia bahkan tidak mendengarkanku” umpatku dalam hati
“itu lukisan nenek buyutku”
“wow.. keren. Kamu benar-benar beruntung” ucapnya kagum
“beruntung apanya, bahkan hari ini aku sial karena kamu ada di sini”
“apakah piano ini masih berfungsi?” tanyanya lagi
“entahlah” jawabku singkat
“kamu mau minum apa Klark?”
“apa saja yang penting ada cola dan esnya” jawabnya tersenyum
“itu namanya bukan apa saja, tapi minta cola dingin. Tunggu sebentar yah aku ambilkan minuman”
“siap komandan” katanya sambil menekan-nekan tuts piano yang sudah rusak itu.
1 jam yang lalu
“Karlk…kamu dimana?” teriakku
“huh..huh..huh…” dia berlari dari lorong basement
“kamu dari mana saja, ini minuman dan cemilannya” kataku
thank you komandan”
“berhenti memanggilku komandan” kataku sambil melanjutkan kegiatan menonton TV ku. Dan Klark sibuk memakan cookie dan cola dingin yang ku bawa.
“Elin, rumah ini sangat besar yah”
“iya”
“boleh aku bertanya sesuatu?”
“asal jangan bertanya yang aneh-aneh” jawabku sambil fokus ke TV
“di basement itu ruang apa?”
“di basement itu ada banyak ruangan. Sebelah kiri gudang, sebelah kanan beberapa kamar rusak”
“kalau yang sebelah kanan ujung?”
“itu kamar rusak, tidak boleh ke situ”
“kenapa?”
“nenek bilang di situ bangunannya kotor dan bangunannya rapuh. Aku dilarang masuk ke situ”
“ayo kita masuk ke sana”
“apa kamu gila, nenek bilang kita tidak boleh ke situ”
“tapi tadi aku mendengar suara dari sana, ayolah. Tadi akum au masuk ke sana tapi ruangan itu double key
“tidak, habiskan saja makananmu dan pergi dari sini” jawabku
“aku akan pergi setelah masuk ke kamar itu. Jadi sebelum aku masuk ke sana, aku tidak akan pergi dari sini”
“hah?”
“iya, sudah aku putuskan.”
“kamu tidak boleh memutuskan seenaknya seperti itu”
“apa kamu takut?”
“tentu saja tidak”
“lalu kenapa?”
“aku hanya mengikuti peraturan dari nenek”
“bukannya tidak ada orang di sini. Jika aku sudah masuk ke sana, aku akan pulang”
“baiklah, tapi janji yah setelah kamu masuk ke sana kamu harus pulang”
“janji”
“ok, aku akan mengambil kunci di kamar nenek setelah itu kita ke basement
“siap komandan”
Entah kenapa aku selalu kalah debat sama Klark. Tapi setidaknya setelah dia mendapatkan apa yang dia inginkan, dia akan pergi dari rumah ini. Dan waktu santaiku dapat kembali lagi. Aku segera mencari kunci basement di kamar nenek. Dan ku temukan kunci-kunci untuk semua kamar basement. Aku mengambil senter karena basement kami sangat gelap dan lampunya telah rusak. Aku melihat Klark sangat senang. Apa yang dipikirkan anak ini, aku malah merasa ini sangat seram. Kamipun tiba di kamar yang dimaksud Klark tadi. Aku bahkan tak mendengar suara apapun. Apa dia sedang mengerjaiku?
“apa kamu mendengarnya? Itu suaranya” ungkap Klar
“suara apa, aku tidak mendengar apapun kecuali suaramu yang berisik itu”
“hahahaha….berhentilah melucu Elin”
“aku serius” jawabku singkat
Akhirnya setelah mencari kunci yang sesuai dengan lubang kunci kamar ini kami mendapatkannya. Kamipun membuka pintu kamar ini, seketika debu berterbangan dan membuat kami batuk.
“uhuk..uhuk… lihat kan Klark ini kosong”
“ayo kita masuk ke dalam” ajaknya. Belum sempat aku menjawab dia sudah berada di dalam ruangan itu.
“hei ke sini Elin. Di sini ada pintu lagi”
“sudahlah Klark, ini sangat membosankan. Ayo kita keluar”
Tiba-tiba dia langsung masuk ke ruangan itu tanpa memperdulikanku.
“Hei Klark tunggu, kamu harus mendengarkanku. Kamu tidak boleh seenaknya seperti ini. Ayo kita keluar” teriakku sambal menarik bajunya ke luar. Tapi dia bergeming dan diam saja.
“Klark ayo” perintahku
“E…Elin..”
“kenapa?”
“lihat itu” Klark menunjuk ke salah satu dinding ruangan. Begitu samar-samar terlihat sesuatu di dinding itu.
Bulu kudukku naik dan mataku mulai berkaca-kaca. Aku mengambil nafas sedalam dalamnya. Aku masih tidak percaya apa yang tengah ku lihat sekarang. Hatiku hancur seperti bola kaca yang terjatuh dari tebing. Apakah ini nyata?
“E..Elin” ucap Klark
“I…itu…I..Ibuku” jawabku dan tangisanku pecah seketika.
Klark memelukku dengan erat. Dia sudah mati Elin. Aku bisa melihat arwahnya.

Terilhat jelas mayat ibuku terpaku di tembok.

Comments

Popular posts from this blog

Mau Dapat Penghasilan Tambahan di Skill Academy ? Yuk Simak Caranya.

Manfaat dan Keuntungan Menjadi Teman Skill Academy Halo Pembaca, apa kabar? Hari ini saya akan membagikan info terkait penghasilan tambahan melalui Skill Academy . Apakah ada yang belum tahu tentang Skill Academy ? Hmm... Kalau begitu yuk kita sama - sama kenalan dengan Skill Academy. Skill Academy adalah sebuah program inovasi yang dikembangkan oleh Ruang Guru. Iya, Ruang Guru, perusahaan teknologi terbesar di Indonesia yang berfokus pada dunia pendidikan. Skill Academy merupakan salah satu program yang bertujuan meningkatkan dan mengembangkan thecnical dan soft skill individu di berbagai bidang ilmu, baik personal maupun profesional. Program ini berbasis online sehingga pengembangan skill dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Untuk menikmati program Skill Academy sangatlah mudah, cukup mendownload aplikasinya dan membuat akun di skill academy . Selain meningkatkan skill penggunanya, Skill Academy juga memberikan penghasilan tambahan bagi penggunanya loh.  Yap,...

Membuat pasport

"Drrrttt...drrrttt" ponselku bergetar. Ku tengok layarnya, itu pesan dari ayahku. "Kamu sudah membuat pasport?" itu isi pesannya. "sementara pa" jawabku. Aku langsung beranjak dari kasur empukku dan berbegas ke kamar mandi. Aku lupa kalau hari ini adalah jadwal antrianku membuat pasport. Berbeda dari beberapa tahun lalu yang masih mengadopsi antrian langsung, saat ini Indonesia memberlakukan antrian online dalam pembuatan pasport. Untuk mendapatkan antrian dapat melalui situs resmi migrasi atau mendownload aplikasi berbasis android/ios di playstore/appstore dengan nama "antrian paspor" lalu mengisi data pribadi dan tempat pembuatan paspor yang dituju. Setelah melalui tahapan pengisian data, akan didapatkan jadwal antrian hari beserta waktunya dan kode bar yang akan digunakan saat proses pendaftaran di kantor migrasi. Tak perlu bersolek lebih lama karena waktu sudah menunjukan pukul 10.00 pagi, itu berarti aku hanya punya waktu sejam untuk b...