Skip to main content

Membuat pasport

"Drrrttt...drrrttt" ponselku bergetar. Ku tengok layarnya, itu pesan dari ayahku.
"Kamu sudah membuat pasport?" itu isi pesannya.
"sementara pa" jawabku.

Aku langsung beranjak dari kasur empukku dan berbegas ke kamar mandi. Aku lupa kalau hari ini adalah jadwal antrianku membuat pasport. Berbeda dari beberapa tahun lalu yang masih mengadopsi antrian langsung, saat ini Indonesia memberlakukan antrian online dalam pembuatan pasport. Untuk mendapatkan antrian dapat melalui situs resmi migrasi atau mendownload aplikasi berbasis android/ios di playstore/appstore dengan nama "antrian paspor" lalu mengisi data pribadi dan tempat pembuatan paspor yang dituju. Setelah melalui tahapan pengisian data, akan didapatkan jadwal antrian hari beserta waktunya dan kode bar yang akan digunakan saat proses pendaftaran di kantor migrasi.

Tak perlu bersolek lebih lama karena waktu sudah menunjukan pukul 10.00 pagi, itu berarti aku hanya punya waktu sejam untuk berada di kantor migrasi, belum macet dan hal-hal yang tak terduga dijalan bisa saja menghambat. Aku hanya memeriksa kembali persyaratan yang telah kukumpulkan sejak seminggu yang lalu yaitu : kartu keluarga (asli dan foto kopi), KTP (asli dan foto kopi), akte kelahiran (asli dan foto kopi), kartu mahasiswa (asli dan foto kopi), dan tentu saja biaya pembuatan (Rp.300.000 kira-kira).

Setibanya di kantor migrasi, aku disambut hangat oleh petugasnya. Setelah mendaftar dan menunjukan kode bar dari aplikasi antrian paspor, aku diminta mengisi formulir data lengkap, tidak perlu khawatir jika bingung mengisinya karena di salah satu meja ada petunjuk pengisian dan contoh pengisian formulir tersebut. Setelah itu, petugas akan melakukan wawancara mengenai alasan pembuatan paspor, negara mana yang akan dikunjungi dalam waktu dekat, dan lain sebagainya. Cukup jawab jujur saja, dan tidak usah tegang saat wawancara. Lalu petugas merekam sidik jariku dan mengambil foto untuk paspor. Petugasnya menjelaskan bahwa pembayaran dapat melalui bank ataupun kantor pos. Paspor akan diproses setelah pembayaran dilakukan. Dan akan jadi setelah 3 hari masa kerja setelah pembayaran dilakukan.

Tiga hari setelahnya aku kembali ke kantor migrasi dan mendapatkan pasporku. Antara senang dan menyesal. Senangnya, tentu saja karena mendapat sesuatu yangl baru dan itu adalah benda yang pertama, menyesalnya karena saat foto yang diambil tidak sesuai realita, kegantenganku berasa berkurang sangat jauh hahahaha.....

Jadi, kalau teman-teman ingin membuat paspor, saat berfoto sebaiknya bersolek terlebih dahulu minimal bersisir lah, dan jangan sungkan untuk melihat fotonya saat setelah proses berfoto.

Satu step untuk liburan ke luar negeri, selanjutnya tiket, akomodasi dan visa.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mau Dapat Penghasilan Tambahan di Skill Academy ? Yuk Simak Caranya.

Manfaat dan Keuntungan Menjadi Teman Skill Academy Halo Pembaca, apa kabar? Hari ini saya akan membagikan info terkait penghasilan tambahan melalui Skill Academy . Apakah ada yang belum tahu tentang Skill Academy ? Hmm... Kalau begitu yuk kita sama - sama kenalan dengan Skill Academy. Skill Academy adalah sebuah program inovasi yang dikembangkan oleh Ruang Guru. Iya, Ruang Guru, perusahaan teknologi terbesar di Indonesia yang berfokus pada dunia pendidikan. Skill Academy merupakan salah satu program yang bertujuan meningkatkan dan mengembangkan thecnical dan soft skill individu di berbagai bidang ilmu, baik personal maupun profesional. Program ini berbasis online sehingga pengembangan skill dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Untuk menikmati program Skill Academy sangatlah mudah, cukup mendownload aplikasinya dan membuat akun di skill academy . Selain meningkatkan skill penggunanya, Skill Academy juga memberikan penghasilan tambahan bagi penggunanya loh.  Yap,...

Singularity (Part 2)

Hari ini Teng..tong…teng..tong, bel rumah berbunyi. Dengan malas aku beranjak dari sofa kamar nonton ke ruang tamu. Ayah dan nenek sedang pergi, bibi sedang ke pasar untuk belanja. Akupun membuka pintu rumah “halo..” “Aaa…….” Teriakku lalu menutup pintu rumah segera Teng..tong…teng..tong, bel rumah berbunyi lagi “apa yang dilakukan mahluk itu di rumah ini. Dan bagaimana dia tahu rumah ini” gerutuku ng..tong…teng..tong, bel rumah berbunyi lagi kali ini bunyinya semakin sering. Akupun membuka pintu lagi. “halo..” sapanya lagi “apa yang kamu lakukan di sini?” jawabku ketus “bukannya kamu yang mengundangku ke rumah nenekmu. Seminggu yang lalu kamu bilang bahwa mengajakku ke sini” “tapi kan, kita menentukan waktunya. Lagi pula dari mana kamu tahu rumah ini?” “tentu saja aku tahu” katanya sambil berlalu masuk ke rumah “hey.. berhenti Klark, kamu seharusnya tidak langsung masuk seperti ini…” “oh iya, saya lupa membuka sepatu” ucapnya sambil membuka sepatu lalu kemba...